Sabtu, 23 Februari 2019

Potensi Wisata Di Bengkulu




Pantai Tapak Paderi



BENGKULU - Kota Bengkulu adalah salah satu kota di Indonesia dengan ibu kota provinsi Bengkulu. Kota Bengkulu memiliki luas wilayah sebesar 151,7 km² . Suku-suku bangsa yang mendiami Provinsi Bengkulu  dikelompokkan menjadi suku asli dan pendatang, meskipun sekarang kedua kelompok ini mulai bercampur baur. Bahasa yang dominan dipakai adalah bahasa Rejang, yang banyak dipahami oleh sebagian besar penduduk, selain bahasa Melayu (bahasa Indonesia) dan bahasa Serawai. Di Pulau Enggano dipakai bahasa Enggano.

Bengkulu memiliki potensi wisata yang sanggat indah, Wisata alam, sejarah, kuliner serta budaya. Berikut saya coba menjelaskan beberapa tempat wisata yang bisa menjadi refrensi mungkin suatu saat pembaca sempat mengunjunngi kota tempat pengasingan Soekarno ini. 

Wisata alam

Pantai Panjang:  Pohon Cemara yang rindang menghiasi sepanjang pantai. Hotel dan restoran juga banyak terdapat disana. Pantai ini juga memiliki fasilitas area parkir, kolam renang, cottage dan lainnya yang mendukung wisata disana Lokasi pantai Panjang sekitar 3 km dari kota Bengkulu. Sekitar 7 km panjang pantai dengan 50 meter lebar dari jalan raya. Banyak transportasi umum yang menuju ataupun pergi dari Pantai Panjang.
Pantai Pasir Putih: ai ini terletak di arah selatan bagian Pantai Panjang. Ada patung Gaja Putih yan menandai daerah ini. banyak hotel dan penginapan yang tersedia. Jarak sekitar 19 km dari pusat koa Bengkulu.

Pulau Tikus: Pulau ini terdiri dari satu pulau induk dan beberapa pulau-pulau kecil lainnya yang mengitari dan dengan karang-karang yang indah.

Tapak Padri dan Pantai Jakat: Terletak sangat dekat dengan Benteng Marlborough dengan pemandangan laut yang indah. 

Mungkin ini adalah sebagian kecil tempat wisata yang saya ketahui. Bagi pembaca yang sempat dan ada waktu mari kita lihat keindahan di negeri kita tercinta ini. Indonesia memiliki 33 Provinsi dan saya yakin Setiap Provinsi memiliki keindahan dan khas masing-masing.


Selasa, 19 Februari 2019

Fotografi #1

M Rizki Maulana


                        Foto High Angle

                         Foto Low Angle

                          Foto Frog Eye

                           Foto Headshot

                        Foto Full body Shot

Sabtu, 16 Februari 2019

Pro & Kontra Ojek Online


Ojek berbasis online

BENGKULU - Keberadaan transportasi berbasis aplikasi atau ojek online saat ini masih menjadi polemik di tengah masyarakat. Ada yang mendukung keberadaannya ada juga yang menentang karena dianggap menjadi 'benalu'. 
Tak bisa dipungkiri lagi memang, transportasi online lebih unggul dalam menyediakan service bagi para customer-nya. Ya unggul dibandingkan moda transportasi umum konvensional. Bila disuruh memilih, masyarakat secara umum akan lebih memilih menggunakan transportasi online dengan segala kepraktisannya dibanding harus berdesak-desak di dalam angkot yang pengap. Masyarakat umum apalagi mahasiswa yang menuntut mobilitas dan efisiensi waktu tinggi akan lebih memilih menggunakan transportasi online yang bisa dengan mudah dan cepat diakses secara online daripada harus menunggu angkot yang terkadang dengan seenaknya berlama-lama ‘ngetem’ demi mendapat penumpang yang lebih banyak.
Sebenarnya bingung harus menyalahkan siapa dan membela pihak yang mana, transportasi online atau konvensional. Namun di sini bisa ditarik solusi yang diharapkan win-win di kedua belah pihak. Tidak lain dan tidak bukan para pengguna jasa angkutan lebih tertarik untuk menggunakan jasa transportasi online adalah karena faktor kenyamanan dan kemudahannya sehingga agar para pelanggan tidak berpindah ke lain hati mungkin para penyedia jasa angkutan umum bisa memperbaiki armada yang digunakan. Yang kedua, solusi yang mungkin bisa dilaksanakan adalah mengajak dan menerapkan sistem online pada moda angkutan umum. Mungkin sangat sulit, tetapi kalau benar-benar terwujud solusi tadi akan sangat bermanfaat ke depannya.

Kapolda: Pelaku Terorisme Memiliki Modus Tinggal Di Kontrakan Medan -  Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Ardianto mengat...